Sertifikasi Sistem Keselamatan Makanan (FSSC 22000).



Sertifikasi Sistem Keselamatan Makanan diperlukan karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhi manajemen keselamatan makanan. Faktor yang mempengaruhi dapat berupa:
·         meningkatnya resiko terhadap makanan dengan timbulnya virus/ bakteri baru;
·          keperluan asuransi;
·         tingkat toleransi resiko;
·         adaya nilai sosial mengenai produk makanan yang sudah tersertifikasi;
·         adanya kompetisi bisnis dengan produk yang hamper sama;
·         permintaan konsumen, stake holder mengenai keamanan pangan;
·         kebijakan dan visi perusahaan;
·         budaya perusahaan;
·         keperluan dari pekerja;
·         persaingan bisnis dan biaya
·         persyaratan dari pemerintah maupun perundang undangan
·         adanya globalisasi sehingga produk unggul yang akan menang di pasar global.
Perkembangan standar keamanan pangan dari pada rantai suplai makanan berupa:
1)      HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) berdasarkan Codex Alimentarius Guideline
2)      HACCP dan ISO 9001:2000
3)      GMP (Good Manufacturing Practices)
4)      Akreditasi  BRC (skema retailer British)
5)      Akreditasi IFS/HDE – skema retailer Perancis / Jerman]
6)      Skema retailer lainnya
Standar keselamatan pangan dimulai dari : Lapangan – Perkebunan – Proses utama – Pabrik –Grosir-pelayanan makanan ritel – penyajian. Standart pada tahap lapangan dan perkebunan berupa sertifikasi  produk, jenis organik.  Standar pada tahap proses utama adalah bahan organic, GMP, dan sertifikasi produk. Dalam proses tersebut, produsen juga melakukan standar HACCP-ISO 9001- ISO 14001-OHSAS 18001/SA 8000. Standard tersebut digabung menjadi ISO 22000.
Standar keselamatan makanan melalui jalur suplai makanan. Tahap produsen tanaman dan petani, standar yang dipakai adalah GLOBAL GAP, Organics, GMP B2 (feed safety assurance/ certification), SQF (Safe Quality Food) 1000. Pada tahap pengepakan, terdapat standar BRC (British Retails Scheme) Packaging dan ISO 22000. Pada tahap pemrosesan, terdapat standar BRC, IFS (International Features Standar), GMP, SQF 2000, FSSC 22000. Pada tahap distribusi/ grosir, terdapat standar BRC Penyimpanan dan distribusi, IFS Logistik, SQF 2000. Pada tahap ritel berupa sertifikasi dan servis, audi jalur suplai dan audit hygiene. Semua standar tersebut dapat diwakili dengan ISO 9001/HACCP/ ISO 22000 + PAS 220 yang digabung menjadi FSSC 22000.

Komentar