Sertifikasi Sistem Keselamatan
Makanan diperlukan karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhi manajemen
keselamatan makanan. Faktor yang mempengaruhi dapat berupa:
·
meningkatnya resiko terhadap makanan dengan
timbulnya virus/ bakteri baru;
·
keperluan
asuransi;
·
tingkat toleransi resiko;
·
adaya nilai sosial mengenai produk makanan yang
sudah tersertifikasi;
·
adanya kompetisi bisnis dengan produk yang hamper
sama;
·
permintaan konsumen, stake holder mengenai
keamanan pangan;
·
kebijakan dan visi perusahaan;
·
budaya perusahaan;
·
keperluan dari pekerja;
·
persaingan bisnis dan biaya
·
persyaratan dari pemerintah maupun perundang
undangan
·
adanya globalisasi sehingga produk unggul yang
akan menang di pasar global.
Perkembangan standar keamanan
pangan dari pada rantai suplai makanan berupa:
1) HACCP
(Hazard Analysis and Critical Control Point) berdasarkan Codex Alimentarius
Guideline
2) HACCP
dan ISO 9001:2000
3) GMP
(Good Manufacturing Practices)
4) Akreditasi
BRC (skema retailer British)
5) Akreditasi
IFS/HDE – skema retailer Perancis / Jerman]
6) Skema
retailer lainnya
Standar keselamatan pangan
dimulai dari : Lapangan – Perkebunan – Proses utama – Pabrik –Grosir-pelayanan
makanan ritel – penyajian. Standart pada tahap lapangan dan perkebunan berupa
sertifikasi produk, jenis organik. Standar pada tahap proses utama adalah bahan organic,
GMP, dan sertifikasi produk. Dalam proses tersebut, produsen juga melakukan
standar HACCP-ISO 9001- ISO 14001-OHSAS 18001/SA 8000. Standard tersebut
digabung menjadi ISO 22000.
Standar keselamatan makanan
melalui jalur suplai makanan. Tahap produsen tanaman dan petani, standar yang
dipakai adalah GLOBAL GAP, Organics, GMP B2 (feed safety assurance/ certification),
SQF (Safe Quality Food) 1000. Pada tahap pengepakan, terdapat standar BRC
(British Retails Scheme) Packaging dan ISO 22000. Pada tahap pemrosesan,
terdapat standar BRC, IFS (International Features Standar), GMP, SQF 2000, FSSC
22000. Pada tahap distribusi/ grosir, terdapat standar BRC Penyimpanan dan
distribusi, IFS Logistik, SQF 2000. Pada tahap ritel berupa sertifikasi dan
servis, audi jalur suplai dan audit hygiene. Semua standar tersebut dapat
diwakili dengan ISO 9001/HACCP/ ISO 22000 + PAS 220 yang digabung menjadi FSSC
22000.
Komentar
Posting Komentar